Kekurangan cairan pun bisa memicu timbulnya stres (Foto: Google)
HIDUP memang penuh dengan masalah, namun jangan sampai hal ini membuat Anda dilanda stres. Ternyata bukan masalah pekerjaan ataupun rumah tangga saja yang bisa membuat seseorang dilanda stres. Kekurangan cairan pun bisa memicu timbulnya keluhan ini.
“Stres bisa menyebabkan gejala-gejala yang sama seperti saat kita dehidrasi, yakni detak jantung meningkat, mual, lelah, dan sakit kepala,” kata Direktur Baptist Sport Medicine, Amerika Serikat Trent Nessler.
Dehidrasi yang semakin tinggi akan memicu penurunan kesadaran sampai kerusakan otak karena otak adalah organ yang paling sensitif terhadap kekurangan air. Tak bisa dimungkiri, air mempunyai peranan yang penting dalam tubuh, yakni sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh, serta penyedia mineral dan elektrolit bagi tubuh. Rasa haus merupakan petunjuk bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi ringan.
Seluruh bagian tubuh manusia sejatinya selalu membutuhkan air dalam segala aktivitasnya. Bila kandungan air dalam masingmasing organ kurang, fungsinya akan menurun. Selain lebih mudah terpapar oleh bakteri dan virus, kita juga rentan terkena stres.
Berbagai literatur menunjukkan, kekurangan cairan tubuh setengah liter saja dari kebutuhan air setiap hari, yakni dua liter, bisa meningkatkan kadar kortisol, salah satu hormon stres.Fungsi kortisol adalah melepas glukosa ke dalam peredaran darah sebagai energi. Hormon kortisol bersama dengan hormon-hormon stres yang lain bisa mengganggu beberapa fungsi tubuh.
Bila hanya terjadi sekali-kali, mungkin tak perlu dikhawatirkan. Namun, bila Anda sering dehidrasi, tentu saja fungsi imunitas tubuh bisa terkena imbasnya.
Hal ini bukan berarti lantas Anda minum bergelas-gelas air dan mengharapkan berbagai tekanan hidup pun hilang. Tapi bila selama ini stres sudah menjadi “makanan” sehari-hari, paling tidak Anda tak akan mendapat tambahan stres akibat faktor dehidrasi.
“Disadari atau tidak,kita menjadi mudah dehidrasi saat sedang berada di bawah tekanan atau stres. Ini terjadi karena detak jantung menjadi cepat dan napas menjadi berat sehingga Anda kehilangan cairan,” kata Renee Melton MS RD, Direktur Nutrition Sensei, sebuah program penurunan berat badan. Ditambah lagi, saat tubuh dan pikiran sedang menghadapi sesuatu yang menimbulkan stres, biasanya kita tak akan ingat untuk minum cukup air. Padahal, air sangat membantu konsentrasi kita.
(Koran SI/Koran SI/tty)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.comDapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com
Berita Terkait: Kesehatan
View the Original article
