Pernikahan beda agama memang menjadi permasalahan kompleks dan krusial karena ini menyangkut mempersatukan dua orang yang berbeda keyakinan untuk melakukan pernikahan dan membangun rumah tangga yang notabene bertujuan untuk kebahagiaan dan keharmonisan.
Namun perbedaan agama atau keyakinan dan tidak adanya salah satu pihak yang mengalah untuk mengikuti agama pasangannya inilah yang menjadi problematika dan efek dari perbedaan agama ini juga akan mempengaruhi kelangsungan dan kelanggengan berumah tangga kelak.
Dalam hukum Islam, Jelas dinyatakan bahwa pernikahan beda agama adalah diharamkan dan bagi yang umat islam yang melanggarnya dan nekat melakukannya maka akan terjebak dalam perzinahan sepanjang pernikahannya tersebut. Maka dari itu sebisa mungkin memang dianjurkan untuk menikah dengan yang satu agama saja. Kendalanya adalah bagaimana jika si dua orang tersebut saling mencintai dan ingin melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan sementara pasangannya tidak mau masuk agama Islam?
Pertanyaan tersebut sampai sekarang yang menjadi polemik bagi kedua pasangan berbeda agam dan memiliki kefanatikan terhadap agama yang dianutnya. Namun yang jelas, ada juga pasangan seperti salah satu pasangan artis Indonesia yang melakukan pernikahan beda agama tapi hingga sekarang langgeng karena adanya saling menghormati dan tenggang rasa satu sama lain.
Yang jelas menurut saya sendiri, pernikahan beda agama adalah sesuatu aneh dan tidak boleh dilakukan karena bagaimanapun kebahagiaan yang kita dapat dalam pernikahan tersebut hanyalah semu karena pada akhirnya kita menanggung dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah SWT.
Bagi pasangan beda agama yang ingin melakukan pernikahan, sebaiknya mampu berpikir bijaksana dengan pertimbangan yang matang atas konsekuensi yang akan ditanggung kelak.
Nah…bagaimana pendapat Anda sendiri tentang pernikahan beda agama ini?

{ 1 comment… read it below or add one }
Pernikahan beda agama memang dilarang dalam agama Islam, dan saya yakin agama lain pun pernikahan antar agama ini tidak diperbolehkan. adapun kenyataannya banyak pasangan yang tetap langgeng meski beda agama, itu hanya bahagia di dunia saja. maka usahakanlah putra/putri kita untuk sejak awal masa remajanya diberi pemahaman tentang keharusan menikah dengan yang seagama. jangan sampai sudah kadung jatuh cinta baru di larang. maka kita harus dekat dengan anak-anak kita, harus mau bicara hati ke hati, sampaikan harapan kita tentang calon menantu yang kita idamkan. tegaskan kepada mereka bahwa: “ibu akan mencintai siapapun yang engkau cintai, selama dia satu keyakinan dengan kita.”. ini penting dilakukan, agar mereka tidak salah dalam menjatuhkan pilihan.