Jakarta – Operator membantah penurunan tarif BlackBerry sebagai cara menstimulus konsumen yang mulai meninggalkan smartphone yang diproduksi oleh produsen Kanada itu.
“Ini tidak benar. Kami tidak ingin kehilangan momentum karena pesatnya pertumbuhan BlackBerry. Ini tentu saja harus dimanfaatkan,” kata Agung Wijanarko, Division Head Blackberry & Consumer Device Indosat, saat dihubungi INILAH.COM kemarin.
Menurut Agung persaingan antaroperator juga menjadi penyebab para pemain telekomunikasi seakan tidak mau kalah.
“Kalau kompetitor paling dekat sudah menurunkan tarif, maka operator yang tidak ingin terganggu posisinya bisa melakukan hal yang sama atau memberikan harga yang jauh lebih rendah,” katanya.
Sementara masih terbuka peluang untuk penurunan harga layanan BlackBerry. Ruang untuk itu tetap ada, namun menurut Agung Indosat memiliki banyak pertimbangan karena jaringan untuk BlackBerry tidaklah murah.
Saat ini, Indosat telah memiliki sekitar 450 ribu pelanggan BlackBerry. Menurut Agung, peningkatan terjadi 300% setiap bulan.[ito]
View the Original article
