Solo – Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut Sriwijaya FC (SCF) jadi kampiun Piala Indonesia usai menyudahi perlawanan Arema Indonesia dengan skor 2-1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu malam (1/8/2010) WIB.
Dengan hasil ini, mimpi Rahcmad Dharmawan memberi kado indah di ujung masa jabatannya sebagai pelatih SFC terwujud.
Pertandingan berlangsung keras dan sarat akan pertarungan mental. Kapten Arema Nur Alamsah harus rela diusir wasit Jimmy Napitupulu saat pertandingan baru berjalan 20 menit.
Seperti biasa, 10 menit pertama Arema langsung mendominasi lawannya. Anak-anak asuhan Robert Alberts cukup mampu menampilkan performa apik.
Meski begitu, SFC tak lantas mudah ditembus. Ponaryo Astaman yang sarat pengalaman memimpin lini tengah dengan baik, bahkan setelah 10 menit awal pasukan Wong Kito sanggup menetralisir jalannya laga. Tak cukup, SFC pun punya peluang pertama lewat Pavel meski gagal jadi gol.
Partai puncak berlangsung keras. Ketika pertandingan baru jalan tiga menit, kiper SFC Ferry S. Salim harus mendapat perawatan tim medis karena benturan dengan kapten Arema. Tak lama berselang, Juan Revi melakukan pelanggaran keras terhadap Isnan Ali, kartu kuning.
Satu kecerobohan dilakukan Noh Alamsah. Pemain asal Singapura ini tak mampu mengendalikan emosi dengan melakukan tindakan provokatif saat mengangkat kaki terlalu tinggi. Wasit yang berdiri tak jauh darinya langsung melayangkan kartu merah.
Tiga menit berselang, Ferry tak mampu lagi melanjutkan laga setelah kesekian kali kaki kanannya mengalami benturan dengan lawan. Hendro Kartiko masuk menggantikannya.
Tak percuma, mantan kiper timnas Indonesia ini langsung menunjukkan kualitasnya meski sudah gaek saat mementahkan peluang bagus milik Roman Camelo.
Walaupun bermain dengan 10 orang, Arema tak mau bertahan, sebaliknya beberapa kali mereka sanggup menembus hingga ke kotak penalti lawan. Di kubu lain, SFC lebih suka membentuk koordinasi yang rapih. Perlahan tapi pasti mereka menciptakan peluang tapi belum ada yang benar-benar mengancam gawang Arema yang dijaga Kurnia Mega.
Skor imbang tanpa gol bertahan hingga hingga half time.
Waktu turun minum sempat memakan waktu lama karena ada intervensi pihak kepolisian Jawa Tengah yang menginstruksikan wasit diganti. Meski pada akhirnya jimmy yang bersertifikat FIFA tetap memimpin 45 menit selanjutnya.
Babak kedua baru berjalan tiga menit, kapten SFC Keith Kayamba Ghambs sukses mencetak gol memalui tandukan setelah memanfaatkan sepak pojok.
SFC memang langsung tancap gas. Sadar dengan kekurangan jumlah pemain di kubu lawan, Rahchmad yang ingin memberikan kado spesial di laga terakhir ini tak ragu menyuruh anak buahnya tampil terbuka, ia pun merubah formasi jadi 3-5-2 guna menumpuk pemain di lini tengah.
Akibatnya, Kurnia Mega harus berjibaku menyelamatkan gawangnya. Sebuah tendangan spekulasi pemain tengah SFC mampu dimentahkan kiper bertinggi badan 184 cm ini, cantik melihat aksinya.
Stadion bergemuruh. Para pemain Arema menunjukkan mental kuat saat Muhamad Ridhuan menyamakan kedudukan menit 72. Pemain bernomor punggung enam ini memanfaatkan umpan silang dari sayap kanan dengan sontekan manis.
Pertandingan pun semakin menarik. Sarat pertarungan mental, tetap berlangsung keras. Psikologis seluruh pemain diuji benar dalam laga ini.
Pavel Solomin menggandakan keunggulan SFC menit 80. Penyerang 23 tahun ini tinggal satu lawan satu dengan kiper setelah lolos jebakan off side sehingga mudah baginya menceploskan bola.
Skor 2-1 untuk SFC bertahan hingga akhir. SFC Juara Piala Indonesia 2010.[van]
View the Original article
