Berita meninggalnya mama lauren ini memang heboh karena berdasarkan pencarian di Google dengan kata kunci “Mama Lauren Meninggal Dunia” pada saat saya mendengar berita ini ternyata sudah mencapai sekitar 3 juta hasil pencarian yang mayoritas dikuasai oleh portal – portal berita.
Baiklah, berikut ini berita mengenai meninggalnya mama lauren yang diakibatkan oleh koomplikasi paru – paru ini….
Paranormal kondang Laurentia Pasaribu atau Mama Lauren tutup usia. Pukul 21.37 WIB, Senin (17/5) malam, wanita keturunan Belanda ini berpulang ke sang Pencipta.
Dalam situs jejaring sosial Twitter, kabar ini marak dibicarakan. Beberapa artis pun tampak mengucapkan belasungkawa.
“Mama Lauren meninggal dunia pada pukul 21.37 WIB malam,” tulis salah satu pengguna twitter bernama Claralila.
Tak lama kemudian muncul tweet dari musisi kondang Melly Goeslaw yang menghaturkan rasa duka cita mendalam atas kepergian Mama Lauren.
“Hening sejenak. Berita duka. Mama Lauren meninggal dunia, Innalillahiii,” tulisnya.
Tweet senada pun selang beberapa waktu kemudian langsung membanjiri twitter. Mayoritas yang mengungkapkan belasungkawa adalah para artis seperti Nola AB Three, Meisya Siregar, Dewi Lestari, dan lainnya.
Tentang Mama Lauren
Informasi yang dikumpulkan, Mama Lauren memiliki nama asli Larentia Pasaribu. Dilahirkan di daratan Eropa, tepatnya di Eindhoven, 23 Januari 1932, Mama Lauren harus ditinggal sang mama, Anna Breche di usia tiga bulan.
‘Penglihatan’ pertamanya ia dapatkan saat masih berusia 7 tahun, yakni pada 1939. Saat itu ia masih duduk di bangku SD, ia mendengar sebuah bisikan di telinganya, yang menyuruhnya untuk keluar kelas.
Ia pun meminta semua teman-temannya untuk keluar kelas, tapi ia malah dimarahi, dan akhirnya diusir pulang. Ketika di rumah, terjadilah ramalannya, ruang kelasnya dibom, dan ratusan orang meninggal.
Kehidupan Mama Lauren di Indonesia berawal saat tak sengaja ia bertemu dengan Natakusuma, seorang mahasiswa asal Bandung yang menempuh pendidikan di Universitas Leuven, tempatnya ia menempuh studinya. Tak lama kemudian, mereka menikah, dan Mama Lauren diboyong ke tanah air pada 1953, saat itu ia berusia 20 tahun.
Ditinggal oleh sang suami, membuat Mama Lauren dan putra semata wayangnya harus mengalami cobaan lagi. Perusahaan yang didirikan almarhum suaminya bangkrut, dan membuat mereka harus pergi dari rumah yang harus disita. Untuk bertahan hidup, ia terpaksa berjualan kopi bubuk.
Nasib baik pun menghampirinya. Pada 1978, saat membantu menerawang sebuah perampokan pabrik di Cibinong, membuat Mama Lauren ditawari pekerjaan sebagai paranormal.
Pertama kalinya, ia keberatan, karena ia tak ingin mengomersilkan kemampuannya. Namun pemikirannya berubah, ketika ia menyadari ia bisa membantu banyak orang dengan kemampuannya itu. Di saat yang sama ia juga butuh uang untu menyekolahkan putranya.
Mama Lauren mengakhiri masa jandanya dengan menikah kembali. Ia dipersunting pada 29 Mei 1982 oleh Hendrik Pasaribu. Kebahagiannya pun semakin lengkap saat anak tunggalnya menikah dan ia mendapat dua orang cucu, Nuh Prabawa dan Kreshna.
Awal Oktober 1985, Mama Lauren harus kembali kehilangan orang tercintanya. Putranya, Mario tewas dalam kecelakaan lalu lintas.
Di akhir bulan November 2005, Mama Lauren mengalami musibah. Tiba-tiba kaki dan tangganya tidak bisa digerakkan. Dan ia pun divonis terkena stroke.
Di usia yang sudah sepuh ini, Mama Lauren tak ingin disebut sebagai paranormal. Ia lebih senang disebut sebagai konsultan pribadi. Lewat ‘penerawangan’ yang dimilikinya, sudah banyak klien yang ia bantu. Dengan tarif konsultasi yang konon satu juta rupiah per jamnya, gaya hidup Mama Lauren pun jauh dari kesan mewah.
Selamat jalan Mama Lauren…
