Ada lagi kasus mencuat gara – gara Facebook seperti yang baru terjadi baru – baru ini seperti pemecatan murid sekolah hanya karena menggunakan Facebook untuk memaki – maki guru sekolahnya. Dalam hal ini memang Facebook sudah pasti tidak bisa dipersalahkan karena teknologi baik buruknya tergantung yang menggunakannya, malah bagi saya malah memudahkan.
Kasus yang satu ini bikin saya tertawa gelak karena hanya gara – gara dimaki – maki muridnya melalui Facebook entah gurunya atau pihak sekolahnya yang berinisiatif akhirnya melakukan pemecatan terhadap si pemaki tersebut. Lucu juga sih…sekolah kok ada pemecatan segala, bukannya pemecatan itu ada di dunia kerja…iya toh.? Ini malah yang menggaji guru dipecat…ha..ha… seharusnya malah guru yang dipecat..he..he..
Menurut saya, seharusnya permasalahan pemecatan ini tidak perlu terjadi seandainya pihak guru maupun sekolah mampu memahami pokok permasalahan ini secara bijak, bukannya main emosi lantas pake pecat anak didik segala. Justru ini sebuah kesalahan jika harus membuat generasi muda kita putus sekolah karena kabarnya di kota kejadian tersebut yaitu Tanjung Pinang murid yang dipecat tersebut tidak akan diterima disekolah manapun yang termasuk wilayah Tanjung Pinang hanya gara – gara Kadis Pendidikan juga memberikan dukungan terhadap pemecatan tersebut sehingga muncul keputusan itu. Masa untuk bisa sekolah lagi harus pindah kota segala…?
Bagi saya pribadi, kasus seperti ini menjadi besar hanya karena sebuah media yaitu Facebook dan menurut saya itu bisa disikapi dengan kepala dingin tanpa mengambil keputusan yang gegabah yang pada akhirnya sangat merugikan masa depan siswa tersebut. Gimana mau jadi negara maju kalau generasi muda kita dilarang sekolah? Lalu untuk apa jika ada program subsidi maupun sekolah gratis kalau ternyata ada pelarangan sekolah hanya gara – gara masalah sepele seperti ini.? Poin pentingnya di sini adalah menyelesaikan permasalahan ini dengan musyawarah, pengarahan dan pendekatan yang persuasif tanpa ada salah satu pihak yang dirugikan.
Toh…kalaupun memaki itu adalah hal yang salah, namun bukankah kebebasan berpendapat dan mencurahkan kekesalan adalah hak setiap manusia baik itu melalui media seperti Facebook ataupun tidak, pasti pernah dan setiap saat terjadi di dunia nyata. Kembali lagi kepada yang termaki, sudahkah introspeksi diri bahwa kenyataannya jauh dari apa yang disebutkan dari kata makian yang dilontarkan siswa tersebut. Jika tidak benar adanya seperti apa yang dilontarkan dalam makian tersebut ya tidak perlu ambil pusing untuk memecat segala..he..he…
Ok…disini saya tidak bermaksud memojokkan siapapun, hanya saja saya mengambil titik kebenaran dan yang teradil dalam menyikapi masalah ini berdasarkan pemikiran saya pribadi. Semoga bisa menjadi masukkan yang sehat untuk kita semua.
Karena banyaknya kejadian negatif yang terjadi hanya gara – gara teknologi internet, maka mari kita galakkan program internet sehat untuk Indonesia. Jaga dan lindungi penggunaan teknologi dari hal – hal yang negatif dan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Maaf kalau ada pihak yang merasa tidak sependapat dengan apa yang saya tulis disini, namun ini adalah opini pribadi saya. Setiap orang pasti punya pendapat yang berbeda – beda. Saya punya pendapat sendiri, Anda pun punya pendapat sendiri. Untuk itu, silahkan tuangkan opini dan pendapat Anda di bawah ini.

{ 5 comments… read them below or add one }
keren blognya mas http://enjoyaza.info. gimana cara bikin kayak gitu ?
itu sih anak-anak tak bermoral makanya jadi begitu.. main facebook menghina guru.. aduh aduh.. mending facebook itu buat marketing betul tidak mas ?
aku sih setuju. Toh perkembangan terakhir ada juga kan sekolah yang menampung mereka.
Itu memang harus di blow up. Why? Biar para siswa yang lain melihat. Guru memang sepatutnya dihormati. Jika memang ada cara mengajar yang kurang mengena, tentu ada langkah yang lebih bijak dalam mengingatkan sang guru.
Ini juga opini saya. Hahaha…
masalah tsb seharusnya nggak perlu dibesar-besarkan,, toh waktu jaman dulu (jaman saya masih SD-SMP-SMA) masalah maki-memaki sudah terjadi secara offline.. hehehehe.. saya juga tidak tahu bagaimana proses pemecatan murid tsb tp seharusnya masalah tsb dibicarakan secara kekeluargaan antara orang tua murid, murid itu sendiri, dan guru yang bersangkutan… hope you get the point!!
menurut saya siswa tu harus dipecat,masak iya orang tua sendiri dimaki-maki,ngk bermoral namanya