Film dokumenter Cowboys In Paradise yang menggambarkan kehidupan nyata pantai Kuta Bali ini menuai kontroversi bagi masyarakat di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Film yang bercerita mengenai seluk beluk aktifitas gigolo yang ada di pantai Kuta yang menjajakan jasa kepuasan seks bagi turis asing ini ternyata sudah tayang perdana dalam acara di Korea Selatan.
Kontroversi film Cowboys in Paradise yang disutradarai oleh sutradara Amit virmani asal India ini menurut para tetua adat di Bali akan mengundang image yang buruk bagi pantai yang paling terkenal di Bali akan keindahannya ini. Mereka menuntut pemerintah Indonesia untuk menolak dan mencekal peredaran film tersebut di Indonesia.
Sementara pemerintah Indonesia sendiri melalui departemen kepariwisataan menyatakan bahwa pihaknya tidak tahu mengenai keberadaan film Cowboys in Paradise ini karena dalam pembuatannya maupun pengambilan gambar di Bali pun tidak melewati alias tidak terlebih dahulu meminta izin dari pemerintah Indonesia.
Film yang menceritakan sisi kehidupan lain yang ada di pantai Kuta bali dengan keberadaan gigolo yang menjajakan diri kepada turis asing ini juga banyak diduga oleh masyarakat adalah hasil rekayasa belaka karena sebenarnya tidak ada aktifitas seperti apa yang diceritakan dalam film Cowboys in Paradise tersebut.
Nah…ini nih kalau pihak produser film Cowboys in Paradise memang tidak tahu sopan santun karena untuk pengambilan objek yang akan dijadikan film tidak terlebih dulu meminta izin. Apalagi ini menyangkut nama baik Kuta Bali dan Indonesia pada umumnya.
Bagaimana pendapat Anda mengenai film Cowboys in Paradise ini?
